Membangun Moral Pemuda untuk Keamanan Bangsa

Bagikan Keteman :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin. Dialah yang telah memberikan kita nikmat iman dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan masyarakat.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — sosok pemimpin muda yang membawa perubahan besar dengan akhlak yang agung.


🌿 Pemuda Adalah Tiang Negeri

Hadirin yang dirahmati Allah,
Bangsa yang besar tidak hanya karena kekayaan alam atau kemajuan teknologinya, tetapi karena moral pemudanya.
Jika moral pemudanya baik, maka bangsa itu akan kuat. Namun jika moralnya rusak, maka bangsa itu akan goyah, walaupun memiliki sumber daya yang melimpah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku berpesan kepadamu agar memanfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu…”
(HR. Al-Hakim)

Masa muda adalah masa emas — masa penuh energi, semangat, dan idealisme.
Namun sayangnya, banyak pemuda hari ini terseret arus kemajuan tanpa arah, kehilangan adab, dan lalai dari tanggung jawab sosial serta moral.

Padahal, pemuda adalah penjaga masa depan bangsa dan agama.
Mereka bukan hanya penerus sejarah, tetapi juga penentu arah.


⚖️ Moral Sebagai Benteng Keamanan Bangsa

Umat yang ingin aman dan tenteram harus memiliki pemuda yang berakhlak.
Karena dari rusaknya moral pemuda, lahirlah berbagai masalah sosial:
– Pergaulan bebas,
– Penyalahgunaan narkoba,
– Kekerasan, tawuran, dan kriminalitas,
– Bahkan tindakan korupsi dan pelanggaran hukum.

Semua itu berawal dari krisis moral dan hilangnya rasa takut kepada Allah.

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 70:

“Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam…”

Artinya, manusia diciptakan dengan kemuliaan. Tetapi kemuliaan itu hanya akan terjaga bila dihiasi dengan moral dan iman.

Pemuda yang bermoral adalah pemuda yang:

  • Menghormati orang tua, guru, dan tokoh masyarakat,
  • Jujur dalam ucapan dan perbuatan,
  • Disiplin dan bertanggung jawab,
  • Peduli terhadap keamanan lingkungannya,
  • Tidak mudah terprovokasi dan selalu berpikir bijak sebelum bertindak.

Itulah pemuda pelopor Kamtibmas yang diharapkan — bukan perusuh, tapi pelindung; bukan penonton, tapi pelaku kebaikan.


🌾 Peran Da’i dan Orang Tua dalam Membina Moral Pemuda

Membangun moral pemuda tidak bisa dilakukan sendiri.
Butuh sinergi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, dan aparat keamanan.
Da’i Kamtibmas punya peran penting sebagai penyampai pesan moral yang membumi, dengan bahasa yang mudah diterima oleh generasi muda.

  • Jadikan masjid dan mushalla sebagai pusat kegiatan positif pemuda.
  • Ajak mereka ikut ronda, bakti sosial, atau kegiatan dakwah remaja.
  • Beri ruang agar pemuda berkreasi, tapi tetap dalam nilai Islam dan akhlak.

Dengan begitu, energi muda yang besar akan tersalurkan pada hal-hal yang bermanfaat dan menjaga keamanan masyarakat.


🌺 Penutup: Pemuda Hebat, Bangsa Selamat

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Bangsa Indonesia akan kuat jika moral generasinya kuat.
Dan keamanan akan terjaga bila para pemuda menjadi garda terdepan dalam kebaikan.

Mari kita bangkitkan kembali semangat pemuda Islam yang beriman, berakhlak, dan peduli terhadap ketertiban sosial.
Jadilah pemuda yang bukan hanya gagah di badan, tapi juga kokoh di iman dan luhur dalam akhlak.

Karena sesungguhnya, akhlak mulia adalah benteng keamanan bangsa.

Semoga Allah meneguhkan hati para pemuda kita, menjaga mereka dari fitnah zaman, dan menjadikan mereka pemimpin masa depan yang membawa kedamaian dan kemuliaan bagi negeri.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


By: Andik Irawan

Related posts

Leave a Comment